Panduan

EPA dan DHA: Apa Bedanya dalam Omega-3 dan Cara Membaca Labelnya?

Ketika memilih fish oil, angka terbesar di bagian depan kemasan belum tentu menunjukkan jumlah omega-3 aktif yang Anda dapatkan. Dua nama yang paling sering muncul di label adalah EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Keduanya termasuk asam lemak omega-3 rantai panjang, tetapi jumlahnya dapat berbeda antarproduk.

Apa itu EPA dan DHA?

EPA dan DHA merupakan dua jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada ikan dan seafood. National Institutes of Health menjelaskan bahwa EPA dan DHA adalah bentuk omega-3 rantai panjang yang dapat diperoleh dari makanan laut maupun suplemen minyak ikan.

Apa perbedaan EPA dan DHA?

EPA dan DHA adalah molekul yang berbeda dan keduanya diteliti untuk perannya masing-masing dalam tubuh. Karena bukti ilmiah bergantung pada populasi, dosis, kondisi kesehatan, dan tujuan penggunaan, tidak tepat menyimpulkan bahwa salah satunya selalu lebih baik untuk semua orang.

Untuk konsumen, langkah yang lebih berguna adalah melihat berapa miligram EPA dan DHA yang benar-benar tercantum per sajian.

Fish oil 1.000 mg belum tentu berarti omega-3 1.000 mg

Jumlah minyak ikan total dan jumlah EPA+DHA bukan angka yang sama. Karena itu, ketika membandingkan dua produk, jangan berhenti pada tulisan fish oil 1.000 mg atau 1.500 mg. Cari bagian komposisi dan baca angka EPA serta DHA per kapsul atau per sajian.

Cara membaca label omega-3 dalam 4 langkah

  1. Cek ukuran sajian. Pastikan angka nutrisi berlaku untuk satu kapsul, dua kapsul, atau jumlah lain.
  2. Cari EPA. Catat jumlahnya dalam mg.
  3. Cari DHA. Catat jumlahnya dalam mg.
  4. Bandingkan EPA+DHA per sajian, bukan hanya total minyak ikan.

Contohnya, Purityfic Omega Odourless Fish Oil 1500 mg + Vitamin D3 mencantumkan per softgel konsentrat omega-3 trigliserida 1.500 mg dengan EPA 270 mg dan DHA 180 mg. Informasi EPA dan DHA dapat dibaca secara terpisah dari angka minyak ikan total.

Apakah makanan tetap penting?

Ya. Suplemen bukan pengganti pola makan yang beragam. FDA menyebut ikan sebagai sumber protein, lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Untuk kelompok tertentu seperti ibu hamil, menyusui, dan anak, pemilihan jenis ikan juga perlu mempertimbangkan kandungan merkuri.

Siapa yang perlu lebih berhati-hati?

NIH mencatat bahwa omega-3 dosis tinggi dapat memengaruhi waktu perdarahan. Jika Anda menggunakan obat pengencer darah, memiliki kondisi medis, sedang hamil atau menyusui, atau mempertimbangkan dosis tinggi, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker. Ikuti dosis dan peringatan pada label produk yang terdaftar untuk pasar Indonesia.

Ringkasnya

EPA dan DHA sama-sama omega-3, tetapi keduanya bukan istilah yang dapat dipertukarkan. Saat memilih fish oil, periksa ukuran sajian, jumlah EPA, jumlah DHA, dan petunjuk penggunaan. Angka total minyak ikan saja tidak cukup untuk membandingkan kandungan omega-3 antarproduk.

Sumber

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran medis individual.

Konsultasi Kebutuhan Vitamin Gratis

Dapatkan saran personalisasi untuk kebutuhan vitamin dan suplemen Anda.