Artikel

Apa itu Vitamin A, Manfaat dan Sumber Makanan

Apa itu Vitamin A? Vitamin A merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan tubuh untuk bertumbuh dan berkembang. Manfaat vitamin A sangat banyak untuk tubuh kita.

Baca: Cara Meningkatkan Kolagen Pada Kulit

Vitamin ini penting untuk pengenalan sel, penglihatan, fungsi kekebalan, dan reproduksi. Termasuk juga menunjang kinerja pada jantung, paru -paru, ginjal, dan organ lainnya agar berfungsi dengan tepat.

Secara umum, kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan masalah pada mata, termasuk rabun senja. Menurut WHO, sekitar 250 juta anak dunia mengalami defisiensi vitamin A. Dari jumlah tersebut, sekitar 250.000 hingga 500.000 anak menjadi buta.

Hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai adalah anak-anak tersebut kemudian meninggal setelah 12 bulan mengalami kebutaan.

Pada artikel ini, kita akan mempelajari lebih lanjut mengenai vitamin A, bagaimana kerja dan fungsi vitamin A, serta sejumlah sumber makanan yang baik untuk Vitamin A.

Apa itu Vitamin A, Manfaat dan Sumber Makanan

Di Indonesia, kekurangan vitamin A tidak terlalu menjadi masalah serius, sebab, penangannya sudah optimal. 

Golongan: Vitamin
Label: Obat bebas konsumsi dan melalui resep
Manfaat:  Kesehatan Mata, Mendukung fungsi organ tubuh
Bisa dikonsumsi:  Dewasa dan Anak-anak
Bentuk obat: Obat cair, kapsul, dan  tablet 

Jenis

Vitamin A terbagi dalam beragam jenis:

  1. Vitamin A yang biasanya ditemui pada daging, ikan, dan produk susu.
  2. Provitamin A yang terdapat dalam buah-buahan, sayuran, dan produk nabati lainnya.
  3. Retinol adalah bentuk aktif utama vitamin A dalam darah. 
  4. Beta karoten adalah provitamin, atau prekursor vitamin A yang terjadi pada tanaman – terutama buah-buahan dan sayuran berwarna gelap dan buah-buahan berminyak. Beta-karoten sendiri merupakan antioksidan, tapi tubuh juga dapat mengubahnya menjadi vitamin A sesuai kebutuhan.

Manfaat

Vitamin A berkontribusi pada berbagai fungsi tubuh untuk membantu  dan mencegah berbagai masalah, termasuk:

1. Rabun Senja (Nyctalopia)

Gangguan mata yang menyebabkan penderita kesulitan melihat pada malam hari atau berada di tempat yang gelap. Gangguan ini bukanlah penyakit, tapi gejala yang diturunkan oleh penyakit tertentu. 

2. Infeksi, terutama di tenggorokan, dada, dan perut

Vitamin A memiliki efek perlindungan pada peradangan yang berlebihan. Namun, jangan mengobatinya dengan suplemen vitamin A untuk infeksi ini saja, karena suplemen mempunyai sejumlah efek samping yang cukup serius. 

3. Hiperkeratosis folikel yang dapat menyebabkan kulit kering dan bergelombang

Hiperkeratosis merupakan kondisi saat kulit di tempat-tempat tertentu menjadi lebih tebal dari biasanya.

4. Masalah Kesuburan

Vitamin A sangat dibutuhkan untuk proses reproduksi, kekurangannya akan meningkatkan risiko kesuburan atau infertilitas. 

5. Keterlambatan pertumbuhan pada anak

Defisiensi vitamin A pada anak tidak hanya menghambat pertumbuhan, tapi juga mengganggu kesehatan mata, kulit menjadi kering dan mudah terserang infeksi. 

Mengkonsumsi vitamin A dengan jumlah yang cukup memiliki sejumlah manfaat sebagai berikut:

6. Risiko kanker lebih rendah

Sejumlah ahli memberi anggapan bahwa karotenoid yang cukup dapat membantu mengurangi risiko paru-paru, prostat, dan jenis kanker lainnya. Namun, perlu penelitian lebih lanjut mengenai ini. 

7. Kulit dan rambut yang sehat

Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan semua jaringan tubuh, termasuk kulit dan rambut.

Hal tersebut berkontribusi pada produksi sebum, yaitu minyak yang membantu menjaga tingkat kelembaban di kulit dan rambut.

Sumber makanan

Dikutip dari laman ods.od.nih.gov, vitamin A terbagi ke dalam berbagai bentuk dan jenis hewan dan tumbuhan.  Misalnya seperti retinol yang bisa ditemukan pada jenis makanan hewani seperti: ikan berlemak, tuna, susu, serta keju dan telur.

Makanan nabati terdapat karotenoid, yaitu bentuk antioksidan dari vitamin A. Tubuh mengubahnya menjadi retinol sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Karotenoid adalah pigmen oranye yang berkontribusi pada warna buah dan sayuran tertentu. Sumber buah dan sayuran yang kaya akan karotenoid seringkali berwarna oranye. Mereka termasuk: labu, wortel, ubi, Paprika merah, blewah, aprikot hingga buah mangga.

Makanan nabati yang kaya akan beta-karoten termasuk sayuran berdaun hijau tua, seperti: Brokoli, bayam hingga lobak hijau.

Asupan Vitamin A yang Dianjurkan

Dikutip dari MedicalNews, asupan vitamin A yang dianjurkan bervariasi sesuai kondisi tertentu, kegiatan tertentu dan kelompok usia tertentu. 

Namun, Manusia membutuhkan lebih banyak vitamin A selama kehamilan dan saat menyusui.

Anda dapat melihat daftar berikut:

  • Usia 6 bulan: 400 mikrogram
  • 7–12 bulan: 500 mikrogram
  • 1-3 tahun: 300 mikrogram
  • 4–8 tahun: 400 mikrogram
  • 9–13 tahun: 600 mikrogram
  • 14+ tahun: 700-900 mikrogram
  • Wanita hamil dan menyusui: 1200-1300 mikrogram

Siapa yang berisiko kekurangan

Mereka yang rentan mengalami defisiensi Vitamin A sebagai berikut:

  • Bayi prematur
  • Bayi dan anak di negara berkembang
  • Orang hamil dan menyusui di negara berkembang
  • Orang dengan cystic fibrosis, yaitu lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket.

Suplemen vitamin A tersedia bagi mereka yang tubuhnya sulit menyerap nutrisi, tetapi cara yang terbaik adalah memenuhi kebutuhan melalui makanan. 

Sebab suplemen dapat menutupi kemungkinan kekurangan nutrisi lain dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lain. 

Resiko

Vitamin A bisa berubah menjadi racun saat dikonsumsi dalam dosis tinggi. Hindari mengonsumsi vitamin A melebihi kebutuhan harian atau tanpa menggunakan saran dari dokter.

Konsumsi vitamin A yang berlebih pada ibu hamil akan menimbulkan cacat lahir yang serius. Karena itu, alih-alih menggunakan suplemen vitamin A, lebih baik memperolehnya lewat makanan-makanan yang disebutkan di atas. 

Adapun gejala kelebihan konsumsi vitamin A sebagai berikut:

  • Perubahan warna kulit
  • Kulit menjadi kelipas pada telapak tangan dan kaki
  • Kulit pecah-pecah di jari
  • Psoriasis
  • Ectropion yang mempengaruhi kulit di sekitar mata
  • Bibir, mulut, dan hidung kering, yang dapat meningkatkan risiko infeksi
  • Produksi sebum berkurang

Sedangkan penggunaan berlebihan jangka panjang dapat menyebabkan:

  • Perubahan pembentukan tulang
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Kerusakan hati
  • Perubahan sistem saraf yang menyebabkan sakit kepala , mual, dan muntah

Selama kehamilan, mengonsumsi terlalu banyak retinol dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan:

  • Mulut sumbing
  • Masalah jantung
  • Mikrosefali
  • Hidrosefalus , atau air di otak
  • Masalah dengan kelenjar timus, yang menghasilkan sel darah putih

Rangkuman

Itulah artikel Apa itu Vitamin A, Manfaat dan Sumber Makanan. Vitamin A adalah nutrisi penting yang berkontribusi pada banyak fungsi dalam tubuh, seperti melindungi kesehatan mata.

Di Indonesia, defisiensi jarang terjadi. Kebanyakan orang dapat memenuhi kebutuhan vitamin A melalui makanan mereka.

Namun, dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan suplemen. Siapapun yang menggunakan suplemen vitamin A harus berhati-hati untuk mengikuti petunjuk dokter, karena beberapa bentuk vitamin A dapat menjadi racun dalam dosis tinggi.

Konsultasi Kebutuhan Vitamin Gratis

Dapatkan saran personalisasi untuk kebutuhan vitamin dan suplemen Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *